Jak-Japan Matsuri 2012

Jak-Japan Matsuri 2012 adalah festival budaya Jepang dan Indonesia baik budaya tradisional maupun budaya pop. Ini adalah tahun ke-4 diadakannya festival ini. Pengunjung yang datang tidak hanya orang Indonesia namun juga orang Jepang yang menetap di Indonesia, khususnya di Ibukota Jakarta. Sesuai temanya tahun ini yaitu mempererat persahabatan antara Indonesia dan Jepang, di festival ini warga negara Indonesia tidak segan untuk bekerja bersama warga negara Jepang, dan terlihat saling tolong menolong untuk menyukseskan acara ini, bahkan banyak warga negara Indonesia yang ikut ambil bagian dalam pertunjukan tari Jepang.

Jak-Japan Matsuri 2012 is a Japanese and Indonesian Culture festival both traditional or pop culture. This year is the the 4th year of this festival. The visitor who came to this festival is not only Indonesian people but also Japanese people who live in Indonesia, especially in capital city of Jakarta. According to the theme which is “to strengthen the friendship between Indonesia and Japan”, in this festival Indonesian people didn’t hestitate to work with Japanese people , and helping each other look to the success of this event, even many Indonesian citizens who took part in the Japanese dance .

Ini adalah salah satu budaya Tradisional dari Jepang, bernama Mikoshi [神輿]. Mikoshi biasa diartikan sebagai Kuil portable, atau kuil yang dapat dibawa-bawa. Mikoshi berasal dari ajaran Shintoisme yang banyak dianut oleh warga negara Jepang. Mikoshi ini dipercaya sebagai kendaraan para Dewa menuju kuil sementara saat suatu festival berlangsung, atau saat kuil utama dipindahkan lokasinya. Yang uniknya kuil ini dipanggul bersama-sama oleh warga, biasanya laki-laki, namun ada juga mikoshi yang dibawa oleh perempuan ataupun anak-anak.

Terdapat 4 jenis cara memanggul mikoshi ini yaitu, cara normal hanya dengan mengangkat dan membawanya berjalan yang disebut dengan  平担ぎ [Hira-Katsugi]  saat memanggul dengan cara ini biasanya para pemanggul meneriakan kata わっしょい [Wasshoi], teriakan ini sebenarnya tidak memiliki arti namun beberapa orang mengartikannya seperti “hip-hip Hore” dengan arti yang lebih dalam. Ada juga cara [Edomae] 江戸前  cara ini sangat terkenal khususnya di acara Sanja Matsuri [三社祭]. Cara Edomae adalah dengan menggoyangkan Mikoshi secara cepat keatas atau kebawah dan terkadang di ayun ke samping kiri atau kanan. Sanja Matsuri sendiri adalah festival Shinto terbesar di Tokyo. Cara yang ketiga adalah ドッコイ [Dokkoi] yang biasa di gunakan di daerah Shonan, perfektur Kanagawa, biasanya kayu yang dipakai untuk mengangkat mikoshi ini hanya terdiri dari 2 batang besar, berbeda dengan cara edomae di Tokyo, cara Dokkoi ini lebih lambat dan berirama, dengan menggoyangkan mikoshi naik-turun, lalu para pemanggul akan meneriakan “Dokkoi Dokkoi Dokkoi Sorya”. Yang terakhir ada cara  小田原担ぎ [Odawara] yang biasa di gunakan di Kota Odawara, sebelah barat perfektur Kanagawa, cara memanggul ini berbeda dengan yang lain karena biasanya beberapa Mikoshi dipertemukan, dan dibawa dengan cara berlari, bahkan saat bertemu tikungan, sehingga terlihat seperti mobil yang sedang drifting.

This is one of the Japanese Traditional Culture known as  Mikoshi [神輿]. Mikoshi usually interpreted to Portable Shrine or the temple that can be carried. Mikoshi derived from the teaching of Shintoism are shared by many Japanese citizens. Mikoshi is believed to be the vehicle of the Gods to the temporary temple while at the festival, or when the main temple is moved out to the new location. The unique part is this temple is borne jointly by the residents, usually men, but there are also mikoshi carried by women or children.

There are 4 different types how to carry mikoshi, the normal way just by carried up in the shoulder and takes the mikoshi walk, called as 平 担ぎ [Hira-Katsugi] when shouldering this way is usually the bearers shouting words わっ しょい [Wasshoi], this shout actually has no meaning but some people interpret it as “hip-hip hurray” with a deeper meaning. There are also ways called as [Edomae] 江 戸 前 this way is very well known, especially in the event Sanja Matsuri [三 社 祭]. Edomae way is by shaking Mikoshi quickly up or down and sometimes swing to the left or right. Sanja Matsuri Shinto itself is the biggest festival in Tokyo. The third way is ドッコイ [Dokkoi] are commonly used in the area of ​​Shonan, Kanagawa prefecture, usually of wood used to raise the mikoshi is only composed of two large trunks, unlike the way Edomae in Tokyo, Dokkoi way is slower and rhythmic, with mikoshi wiggle up and down, and the bearers will shout “Dokkoi Dokkoi Dokkoi Sorya”. The last one is 小田原 担ぎ [Odawara] are commonly used in the city of Odawara, westtern side of Kanagawa prefecture, how to carry the mikoshi is different from the others because it is usually some Mikoshi met, and brought it by running, even when meeting the corner, so it looks like a drifting car.

Ini adalah beberapa orang Jepang dan Indonesia yang sedang bersiap membawakan tarian Jepang, yang biasa ditampilkan saat festival berlangsung

These are some of the Japanese and Indonesian people are preparing to play Japanese dance, which is usually shown during the festival.

Beberapa foto iring-iringan Mikoshi beserta perkusi tradisional jepang.

Some photos of a convoy of Mikoshi with Japanese traditional percussion.

Seperti yang telah di sebutkan sebelumnya, di acara ini tidak hanya menampilkan budaya tradisional, tapi juga budaya pop. Terlihat di tempat acara banyak berseliweran para cosplayer, dan ini lah beberapa gadis imut yang melakukan cosplay dan juga beberapa anggota JKT48 di Jak-Japan Matsuri 2012

As has been mentioned before, this event is not only shows the traditional culture, but also pop culture. Seen at the event many of the cosplayers milling everywhere, and here’s some cute girls doing cosplay and some JKT48 members in Jak-Japan Matsuri 2012.

Untuk yang ini saya rasa bukan cosplay, tapi tetap saja masih terlihat cantik🙂

For This one i think it’s not a cosplay, but of couse she’s still look beautiful

Jessica Vania | Jeje JKT48

Sonya Pandawarman | Sonya JKT48

Rezky Wiranti Dhike | Ikey JKT48

Beberapa foto dari anggota JKT48 yang menyapa para fans nya yang biasa di sebut Wota untuk mengingatkan para Wota kalau nanti JKT48 akan tampil

Some photos from JKT48 members who greet her fans who commonly called as Wota. To remind the Wota that later JKT48 will perform in this event.

Yap, itulah beberapa kegiatan di Jak-Japan Matsuri 2012 yang berhasil saya tangkap. Semoga persahabatan antara Indonesia dan Jepang semakin erat di masa yang akan datang🙂

Yep, that’s some activity in the Jak-Japan Matsuri 2012 that I can capture. May the friendship between Indonesia and Japan more closer in the future.

TETAP SEMANGAT INDONESIA DAN JEPANG | インドネシアと日本の精神を保つ [Indoneshia to Nihon no seishin o tamotsu]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s