Candi Prambanan : Cerita dari Jawa Kuno (Bagian2) [Prambanan temple : A Story from Ancient Java (part 2)]

> Lanjutan >

Head of Lord Kala

Candi utama yang paling besar, yang dipersembahkan untuk Batara Siwa, ini menunjukan bahwa aliran Hindu yang dianut oleh Wangsa Sanjaya adalah aliran Siwaisme
dimana Batara Siwa sebagai Dewa tertinggi.
Selain untuk Batara Siwa, dua candi utama lainnya memang di peruntukan bagi 2 dewa utama lainnya, yaitu Batara Brahma, dan Batara Wisnu
ketiga Dewa ini menjadi konsep ajaran agama Hindu mengenai Trimurti (Sang Hyang Trimurti), dan dua candi ini mengapit candi Siwa.
Candi Wisnu berada di sebelah utara atau di sebelah kiri candi Siwa, dari jalan masuk pelataran candi.

The main of the main temple and the biggest one, was an offering to Lord Shiva this indicates the Hindu that followed by Sanjaya dinasty is Shivaism, where Lord Shiva, as the most supreme God. Beside an offering to Lord Shiva, the another two temple is intended to another 2 Gods, which is Lord Brahma and Lord Vishnu, this 3 supreme Gods become a concept of Trimurti (Sang Hyang Trimurti), and this two temple is accompanying Shiva Temple. Vishnu temple location is in the north or on the left side of Shiva temple, from the entrance court of the temple.

Vishnu temple

tidak seperti candi Siwa, candi Wisnu hanya terdiri dari satu ruangan saja
dan berisi arca Batara wisnu.

Not like Shiva temple, Vishnu temple consist only one room, and one statue of Lord Vishnu.

Lord Vishnu

Arca ini sangat mudah dikenali sebagai arca Batara Wisnu, karena tangan kanan atasnya yang memegang senjata suci bernama cakram.

This statue is easy to recognize as the statue of Lor Vishnu, because the upper right hand is holding a holy weapon called as Cakram.

Sedangkan Candi untuk Batara Brahma berada di sebelah selatan, atau berada di sebelah kanan dari candi Siwa.

Whereas the Brahma temple is in the south, or right side of Shiva temple.

Brahma Temple

sama seperti candi Wisnu, Candi Brahma hanya memiliki satu ruangan saja yang berisikan Arca Batara Brahma

Like Vishnu temple, Brahma temple only consist one room which contains a statue of Lord Brahma

Lord Brahma

Selain kemegahan bangunannya, detail ornamen candi sangat menarik untuk diamati, setiap lekuk nya terpahat sangat rapi,
tidak dapat dibayangkan bahwa candi ini berdiri sebelum mesin-mesin modern ada, namun Prabu Rakai Pikatan berhasil menunjukan
Kemegahan Agama Hindu melalui bangunan ini.

Beside the grandeur of this architecture, the detail of the ornament very interesting to watch, every curve of the ornament look very neat, it can not be imagine that this temple was build and stood before the modern machines is exist, but Prabu Rakai Pikatan is succeed to show the grandeur of Hindu through this architecture.

kembali lagi kepada ornamen candi khususnya pada candi utama, dimana pada langkan (birai/ tembok bagian bawah) setelah menaiki candi dari ketiga candi utama, terdapat relief
yang merupakan cerita kuno yang berasal dari India, yaitu Wiracarita Ramayana, dan Wiracarita Krishnayana. Cerita ini merupakan cerita yang kaitannya dengan Agama Hindu sangat kuat. Bagi orang yang sudah mengetahui cerita Ramayana maupun Krishnayana akan segera mengetahui setiap adegan yang terpahat pada langkan bawah ketiga candi utama ini, dimana setiap adegan akan di bagi menjadi beberapa blok.

Back to the temple ornament especially on the main temple, where on the lower balustrade after climbing the three main temple, there is a relief of an ancient story from India, the story is Ramayana, and Krishnayana. This story is story that had a strong relation to Hindu. For some people who already know the story of Ramayana or Krishnayana they will be easy to recognize every scene that sclupted on the lower balustrade from this three main temple, where every scene is separate by some block.

Ramayana Relief

Shita while kidnap by Rahvana

Birth of Krishna

Krishna Battle with Asura

Namun untuk memulai membaca relief ini, setiap dari kita, harus mengikuti aturan Mapradaksina yaitu memutar ke arah kiri atau searah jarum jam, agar bisa memulai dari adegan pertama sampai terakhir
cerita ini pun dibagi pada tiga candi utama, dimana cerita Ramayana dimulai dari Candi Siwa dan berakhir di Candi Brahma, dan untuk cerita Krishnayana, hanya terdapat pada Candi
Wisnu karena merupakan cerita khusus, dari awatara Batara Wisnu yang kedelapan yaitu Sri Krishna.

But to read this relief, each and everyone of us should  follow the rule of Mapradaksina or turning to the left or clockwise, in order to start from first scene to the last scene, this story is devided into 3 main temple, the story of Ramayana, begin in Shiva Temple, and finish in Brahma Temple, and for the story of Krishnayana, only consist in Vishnu temple, because this story is a special story from the 8th avatar of Lord Vishnu which is Sri Krishna.

Pada cerita Ramayana terdapat sedikit perbedaan antara literatur, dan yang terpahat pada bangunan Candi utama, yaitu pada bagian akhir, walaupun begitu, jalan cerita dari adegan pertama
sampai menuju ke 2 adegan terakhir semuanya sama dengan yang diturunkan secara tertulis maupun lisan. Yang menariknya lagi adalah cerita Ramayana ini biasa di pentaskan pada panggung tertutup dan Terbuka, pada setiap bulan dan merupakan sendratari terindah yang sudah menjadi budaya serapan untuk masyarakat Jawa.

In the story of Ramayana there’s a different between the literature and the one that sclupted in the main temple, the different part is in the end of the story, nevertheless, the story from the first scene to the last two scene all of it is same, between the literature or oral story. The intresting part is the story of Ramayana is commonly performed on the open stage or close stage in every month and the most beautiful ballet or dancing which has become an absorption culture of Javanese people.

Selain relief mengenai cerita terdapat juga relief yang terdapat pada tembok atas candi, yang mungkin merupakan penggambaran Raja-raja dari wangsa Sanjaya dan juga hiasan-hiasan lainnya yang mempunyai maksud dan makna tertentu. Misalnya saja hiasan pada gapura yang selalu terpahat wajah Batara Kala, maupun bagian bawah candi berupa kepala makara yang merupakan hiasan dari anak tangga. Terdapat juga hiasan Jalawadra yang terdapat pada sisi-sisi candi, yang berfungsi sebagai tempat aliran air ketika hujan

Beside a relief that telling us the story on the lower balustrade, there’s a relief too on the upper balustrade, that maybe a depiction from the king of Sanjaya Dinasty and other decorations that have a specific purpose and meaning. Such as a decoration on the upperside of the temple gate, that always sclupted the face of Lord Kala, or on the lower side of the temple such as Makara head as the decoration of the stair. There are also a decorative part called as Jalawadra on the sides of the temple where is the function is for the flow of the water when raining.

Head of Lord Kala

Jalawadra

Makara Head

Bangunan ini memang di bangun sedemikian rupa sehingga, setiap sudut mempunyai makna dan fungsinya masing-masing.

This architecture was built in such a way that each corner has a meaning and function.

> To be Continue > Bagian ke 3

2 responses to “Candi Prambanan : Cerita dari Jawa Kuno (Bagian2) [Prambanan temple : A Story from Ancient Java (part 2)]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s