Ngaben : prosesi kremasi nan meriah (Ngaben : a festive cremation procession)

Om swastyastu
Ngaben sebuah istilah yang sekarang tidak hanya di kenal oleh masyarakat Bali saja, namun sudah terkenal keseluruh dunia, ya, sebuah prosesi atau upacara kremasi jasad manusia yang telah meninggal menurut adat istiadat masyarakat Bali, atmosfer yang terasa begitu meriah, penuh dengan rasa gotong royong, tapi tidak terlihat raut kesedihan pada keluarga yang di tinggalkan, karena menurut kepercayaan Masyarakat Bali mereka yang meninggal sudah pasti kembali bersama dan bersatu dengan Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan), dan bukan menjadi sesuatu yang harus di tangisi tapi menjadi pengingat dan keyakinan bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada sang pencipta. Karena kemeriahan ini juga upacara ngaben tidak boleh di lewatkan ketika anda berkunjung ke Bali dan jika kebetulan upacara ini sedang berlangsung.

menarik ketika melihat banyak orang dari satu Banjar (Desa) saling bergotong royong untuk prosesi ngaben ini, terasa sangat kekeluargaan diantara warganya, riuh suasana oleh beberapa alat musik yang di mainkan beberapa pemuda di barisan belakang dari iring-iringan tandu jenazah menambah semarak atmosfer upacara ini.

Ngaben a term that is now not only known by the people of Bali alone, but already famous throughout the world, yes, a procession of human bodies cremation that have died according to Balinese tradition, the atmosphere was so festive, filled with a sense of mutual cooperation, but no visible expression of grief on families that left behind, because, according to Balinese belief that death is certain they were back together and unite with Sang Hyang Widhi Wasa (God), and not become something that should be crying but a reminder and a belief that every human being would definitely go back to their creator. Because of this festive ceremony Ngaben should not be missed when you visit Bali and if by a chance when this ceremony is in progress.

interesting when looking at a lot of people from one Banjar (village) work together for this procession, felt very familial among its people, boisterous atmosphere by some musical instrument played by some youth in the back row of bodies litter the procession ceremony adding festive atmosphere stronger .

berdoa sebelum iring-iringan berjalan menuju tempat kremasi (pray before the procession walked toward the place of cremation)

iring-iringan yang mulai berjalan (start walking together)

anda bisa melihat betapa banyaknya warga yang ikut bergotong royong dalam upacara ini (you can see a lot of people who participated and worked together in this ceremony)

ini yang paling menarik yaitu ketika tandu jenazah melewati persimpangan jalan, tandu tersebut pasti di putar dengan tujuan agar jiwa orang yang sudah tiada ini bingung dan tidak dapat kembali ke raganya (This is the most interesting, when the corpse litter passed an intersection, the corpse litter is definitely spun with a purpose that the soul of this corpse will getting confused and unable to return to his or her body)

bagian atas dari tandu jenazah (the top side of the corpse litter)

ini yang terkadang menyusahkan, yaitu kabel listrik yang harus di angkat agar tidak mengganggu jalannya upacara, karena tandu jenazah tingginya melebihi tinggi tiang listrik (this is the hard part, an electric cable which should be removed so as not to disrupt the ceremony, because the litter remains higher than electric pole)

seorang lelaki yang memberikan arahan jalan kepada warga lain yang mengangkat tandu (a man who gives a guide to the other people who picked up the corpse litter)

mulai memasuki tempat kremasi, yang terletak tepat di pinggir pantai (began to enter the place of cremation, which is located right on the beach)

tandu jenazah sampai di tempat kremasi (a corpse litter arrived at the place of cremation)

beberapa wanita dalam barisan membawa sesajian (some women in a row brings an offerings)

tempat jenazah akan di kremasi (where the body will be cremated)

jenazah yang sudah terbakar, semoga Sang Hyang Trimurti bersamamu (corpse had been burned, may Sang Hyang Trimurti be with you)

itulah beberapa cerita prosesi ngaben di mulai dari berdoa bersama sebelum memulai, membawa tandu bersama, dan akhirnya mengkremasikan jenazah agar bisa kembali kepada sang pencipta.
“OM ATMA TATTWATMA NARYATMA
SWADAH ANG AH
OM SWARGANTU, MOKSANTU, SUNYANTU, MURCANTU
OM KSAMA SAMPURNAYA NAMAH SWAHA”

Artinya : “Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, semogalah arwah yang meninggal mendapat sorga, menunggal denganMu, mencapai keheningan tanpa derita. Ya Tuhan, ampunilah segala dosanya, semoga ia mencapai kesempurnaan atas kekuasaan dan pengetahuan serta pengampunanMu”

“That’s some story in Ngaben procession with the start of praying together before starting, carrying the corpse litter together, and finally cremated the bodies to be returned to the creator”
“OM ATMA TATTWATMA NARYATMA
SWADAH ANG AH
OM SWARGANTU, MOKSANTU, SUNYANTU, MURCANTU
OM KSAMA SAMPURNAYA NAMAH SWAHA”

 

it means :”O God Almighty, may soul who died got heaven, be alone with You, achieve stillness without suffering. Oh God, forgive all his / her sin, may he reach the perfection of power and knowledge, and Your forgiveness “

Om Santhi Santhi Santhi Om🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s