Berdoa kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Pray to Sang Hyang Widhi Wasa (God))

kembali mundur pada tanggal 5 Desember 2010, ketika itu saya sedang menikmati pasir pantai Kuta Bali, dengan menggunakan motor saya bergerak dari tempat saya tinggal di daerah Sanur. berjalan-jalan memang menjadi salah satu kegiatan saya ketika ada waktu senggang dan saya senang melakukannya, pada postingan saya sebelumnya saya menampilkan salah satu tarian Bali yang terkenal dengan cerita Ramayana nya, kali ini saya akan menampilkan foto upacara yang diadakan sehari sebelum Hari raya suci umat Hindu yaitu Galungan, memang saat itu saya tidak sengaja melihat upacara ini, karena saya sedang menikmati suasana di kuta, tapi mata saya tiba-tiba tertuju pada sebuah keramaian, yang akhirnya saya dekati ternyata sedang ada upacara, langsung saja saya mengeluarkan peralatan foto saya tanpa basa-basi. Suasana ramai dan riuh oleh para turis dan tentu saja warga yang melaksanakan upacara, di tambah ketegangan oleh adanya warga yang kerasukan, bagi beberapa orang itu sedikit menakutkan, tapi bagi saya dan beberapa warga yang biasa melihat nya seperti biasa saja.

back on December 5, 2010, when I was enjoying the sandy beach of Kuta Bali, using my motorcycle to move from where I live in Sanur . travelling is becoming one of my activities when there is free time and I am happy to do so, in my previous post I am featuring one of the famous Balinese dances with the story of Ramayana, this time I will show you some photos from the ceremony that held a day before the holy Feast from Hindu religion, Galungan, indeed at that time I accidentally saw this ceremony, because I’m enjoying the atmosphere in Kuta, but suddenly my eyes fixed on a crowd, which eventually I would approach it turns out there was a ceremony, I just spend my photo equipment without preamble. The atmosphere of crowded and noisy by the tourists and of course the people who conducted the ceremony, plus the tension by the people who possessed, for some it was a little scary, but for me and some ordinary people who see it as normal.

Berdoa sebelum upacara di mulai (Praying before the ceremony begins)

panji-panji sebagai pagar pembatas tempat upacara (the flags as a guardrail where the ceremony held)

salah satu warga yang kerusakan pada upacara (one of the people who possessed in the ceremony)

beberapa wanita yang membawa sesajian (some woman who bring offerings)

dua orang yang menahan salah satu warga yang sedang kerasukan (two people who hold one of the people that being possessed)

menikam keris ke dadanya (stab the dagger into his chest)

menuju pulang (going home)

umbul-umbul yang bergambar naga Anantaboga (flags with a picture of a Anantaboga dragon)

para pemain gamelan Bali (Balinese gamelan players)

Tedung payung traditional Bali (Tedung traditional Balinese umbrella)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s