Old Town memory of the past time (Kota Tua memori masa lampau)

Kota Tua sebutan untuk wilayah di Jakarta Barat yang masih memiliki peninggalan gedung tua era kolonial Belanda dari yang bergaya Akhir Renaissance hingga Art Deco, dari memori masa lampau hingga kenangannya yang bisa di bawa sampai sekarang, memang tidak semua gedung dalam keadaan baik, hanya sebagian kecil saja seperti museum fatahillah, museum wayang dan cafe batavia yang masih mempunyai kondisi yang baik, tapi bukan berarti gedung-gedung yang buruk kondisinya di tinggalkan begitu saja, banyak pengunjung baik dari dalam maupun luar negri mengunjungi nya. Sepertinya memang wilayah ini mempunyai daya tarik tersendiri, pertama karena gedung-gedung tuanya, kedua memori yang di bawa oleh gedung-gedung ini, dapat menarik kita masuk ke dunia yang berbeda, dunia dimana masa kolonial belanda memulai misi nya di Tanah Air Indonesia, memang tidak ada saksi sejarah akan berdirinya bangunan-bangunan di wilayah ini, namun bangunan itu sendirilah yang menjadi saksi bisu perubahan kota Jakarta yang dulu di sebut Batavia.

Salam : Erwin D Budianto

Old City an area in West Jakarta, who still has a legacy of Dutch colonial era, the old building from the Late Renaissance style to Art Deco, from memory of the past can be brought up to this millenium, not all buildings is in good condition, just some building Just like Fatahillah museum , puppet museum and cafe batavia who still in good conditions, but that does not mean the buildings are in bad condition are abandoned, many visitors both from Indonesia and outside Indonesia come to visit. It does that the old town had a special attraction, First is the old buildings, and second is the memories that are brought by these buildings can draw us into a different world, a world where the Dutch colonial period began their mission in the country of Indonesia, indeed there were no witnesses to the establishment of historical buildings in this area, but the building itself which is a silent witness changes in the city formerly called as Batavia.

Cheers : Erwin D Budianto

Atap dari meuseum fatahillah dulunya bangunan ini adalah rumah sekaligus kantor gubernur yang memerintah kota Batavia (rooftop of Fatahillah Meuseum This building once was home at the same time the governor’s office who ruled the city of Batavia)

susunan jendela dari meuseum Fatahillah (a composition of window from Fatahillah meuseum)

Salah satu bangunan yang kondisinya sudah tidak baik (one of the building with a bad condition)

Cafe Batavia

Keceriaan anak-anak jalanan yang bermain di sekitaran kota tua (homeless child who still cheerful when playing in Kota Tua area)

Barisan sepeda tua yang bisa anda pinjam untuk berkeliling di kota tua, dan foto yang paling bawah adalah orang yang menyewakan sepeda tuanya (Rows of old bike you can borrow to get around in the old town, and the bottom photo is the person who rents his old bike)

Tanda antrian taxi (signage for taxi queue)

 

Jembatan ungkit Tua peninggalan Belanda (Bob up and down Old Bridge from the Dutch)

Panorama sebagian kecil dari area kota tua (Panorama fraction of the old city area)

Sungai yang melewati area kota tua, sungai ini menuju pelabuhan sunda kelapa di utara kota Jakarta (River that passes through the old city area, this river to the port in the northern town of Sunda Kelapa Jakarta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s