Candi Prambanan : Cerita dari Jawa Kuno (Bagian 1) [Prambanan temple : A Story from Ancient Java (part 1)]

Mount Merapi

Jawa, salah satu pulau besar di Indonesia dengan penduduk terbanyak, mempunyai sejarah kekuno-an yang sangat menarik untuk diceritakan.
salah satu kota yang menarik adalah Yogyakarta, kota ini mempunyai cerita kuno dari bangunan nya, yaitu candi Prambanan, yang berada di timur kota Yogya, tepatnya di daerah Sleman.

Java one of the biggest island in Indonesia with the largest population, have an intresting ancient history to tell. One of the intresting city is Yogyakarta, this city had an ancient story from an ancient architecture, the name is Prambanan, located in the eastern city of Yogyakarta, precisely in Sleman

Candi Prambanan adalah bangunan kuno yang telah berdiri berabad-abad yang lalu, bangunan untuk agama Hindu terindah di dunia. Letaknya berada di selatan Gunung Merapi
mempunyai pemandangan yang indah karena bersebelahan dengan sungai opak, yaitu sungai yang hulunya berada di gunung merapi, dan ketika cuaca cerah kita dapat melihat Gunung merapi itu sendiri.

Prambanan temple is an ancient architectural that already stood over a century, a most beautiful architecture of Hindu all around the world. It’s located in the south of mount Merapi, it has a beautiful scenery because the tample is right next to Opak river wich is it’s upstream from mount Merapi, and when the weather is nice we can see Mount Merapi itself.

Prambanan with Mount merapi

kompleks candi Prambanan sendiri terdiri dari beberapa candi, yaitu 3 candi utama, 3 candi pendamping, 4 candi apit, dan 4 candi kelir, setiap candi mempunyai maksud dan arti masing-masing dalam kepercayaan agama Hindu
mungkin beberapa kita belum tahun mengapa ada bangunan Hindu terbesar di pulau Jawa ini, padahal sebagian penduduknya beragama Islam ? . Memang menurut sejarah agama Hindu adalah agama yang pertama kali masuk ke Indonesia
budaya Jawa kuno dan agama Hindu berasimilasi sehingga bangunan ini berdiri, pendiri nya adalah Prabu Rakai Pikatan, raja dari Wangsa Sanjaya, sayang nya ketika bangunan ini selesai berdiri, mpu Sindok  raja Wangsa Sanjaya terakhir memindahkan pemerintahan ke Jawa Timur
sehingga bangunan ini di terpa bencana alam, hancur, hingga akhirnya di temukan oleh seorang belanda bernama C.A lons, dan dilakukanlah renovasi di sana sini, sampai sekarang ini, salah satun buktinyaya terekam dalam foto ini, yaitu ketika Candi utama yaitu candi Siwa telah selesai di bersihkan, terlihat patung Batara Siwa diangkat dari dudukannya.

prambanan temple area consist of some temple, which is 3 main temple, 3 accompanying temple, 4 wedge temple, and 4 curtain temple, every temple had their own purpose and meaning in the belief of Hindu. Maybe some of us didn’t know, why there’s a biggest Hindu architecture in the island of Java, whereas most of the population is Muslim? . According to the history, Hindu is the first religion that coming to Indonesia. The ancient Javanese culture and Hindu is asimilated so that this building stood until now, the initiator of Prambanan temple is Prabu Rakai Pikatan, the king of Sanjaya dinasty, unfortunately after this building is finish, Mpu sindok the last king of Sanjaya dinasty moved the governmental activities to East Java, so that this building is hit by a natural disasters, distroyed, until finally discovered by the dutch man called as C.A Lons,and he did renovations here and there, until now, one of the proof is recorded into this photo, that is when the main temple [Shiva Temple] was already clean, we can see the Lord Shiva statue was removed from the holder

Old photo of prambanan temple

Karena bangunan ini adalah bangunan beragama Hindu maka saat kita menginjakan kaki di sini, atmosfer nya akan terasa sangat Hindu, terlihat dari langgam bangunannya yang menjulang keatas, yang berkonsep Loka (Dunia) dalam ajaran agama Hindu, dimana loka tersebut dibagi menjadi 3, yaitu Bhurloka, Bhuwarloka, Dan Swargaloka, pembagian ini karena berkaitan dengan penerapan bahwa bangunan candi adalah mikroskosmos alam semesta.
Bhurloka adalah bagian terbawah yaitu dunia di mana manusia, hewan, demit, dan kehidupan duniawi tinggal, penuh dengan hawa nafsu, dalam ajaran agama Buddha disebut dengan Kamadhatu, Bhuwarloka adalah dunia tengah, tempat bagi orang-orang yang telah mencapai pencerahan hidup, dan untuk para Dewa bawah, dalam agama Buddha di sebut Rupadhatu, yang terakhir adalah Swargaloka yaitu Surga, atau Nirwana, tempat tinggalnya Dewa-Dewi atas seperti Dewa Siwa, Wisnu dan Brahma, atau utama dalam Ajaran Agama Buddha Disebut dengan Arupadhatu.

Because this temple is a Hindu architecture so when we step into this place, we can feel the atmosphere of Hinduism so strong, it’s visible from the style of the architecture that towering above, this kind of style has a meaning according to Hindu, the meaning is taken from the concept of Loka (World), where is the Loka is devided into 3 part, Bhurloka, Bhuvarloka, and Svargaloka, this part is relates to the purpose of the temple, which is the temple is the representation of microcosmos universe. Bhurloka, is the lowest part of the temple and represent the world where human, animal, ghost, and worldly life is live, this part is full of desire, in Buddha this part called as Kamadhatu, Bhuvarloka is the middle world, a place for people who already achieved an enlightenment of life and for the lower Gods, in Buddha this part called as Rupadhatu, the last part is Svargaloka or heaven (Nirvana), a supreme Gods living place, such as Lord Shiva, Lord Vishnu, and Lord Brahma, in Buddha this part is called as Arupadhatu.

Shiva Temple & Nandi Temple

Sedangkan untuk candi, terdapat 3 candi utama sebagai persembahan untuk 3 Dewa utama dalam kepercayaan Agama Hindu, yaitu Candi Siwa, seperti yang terlihat di atas, Candi Brahma, dan Candi Wisnu. Tapi candi paling utama adalah Candi Siwa, yang berukuran paling besar dengan 4 ruangan yang setiap ruangan menghadap mata angin secara tepat, padahal zaman mereka belum menggunakan kompas magnet. Setiap ruangan ini berisi arca-arca yang berkaitan dengan Batara Siwa, sedangkan pada Candi Brahma dan Candi Wisnu hanya terdiri dari satu ruangan, yang berisikan arca Dewa Brahma, dan Dewa Wisnu.

And for the temple, it’s devided into 3 main temple  as an offerings to 3 supreme Gods in Hindu, Shiva Temple, as we can see above, Brahma Temple, and Vishnu Temple. But the main of the main temple is Shiva temple, the most large-sized with 4 room inside of the temple, where every room is facing to the 4 direction of wind appropriately, whereas in the ancient time they didn’t use magnetic compass. Inside Every room is stood 1 statue that related to Lord Shiva, while in the temple of Brahma and Vishnu temple consists of only one room, and stood 1 statue of Lord Brahma and Lord Vishnu.

Durga

Lord Ganesh

Sage Agastya

Statue of Lord Shiva inside main room on main temple

Lord Shiva

4 ruangan yang berada pada candi Siwa, berisi arca, Betari Durga yang menempati ruang utara, Betara Gana (Ganesha) yang menempati ruang barat, Resi Agastya yang menempati ruang selatan, dan Batara Siwa sendiri yang menempati ruang timur.

4 chamber in Shiva temple, contain a statue, Goddesses Durga in north room, Lord Ganesh in west room, Sage Agastya in south Room, and Lord Shiva in east Room

yang menarik adalah ruangan timur yang berisikan arca Batara Siwa, dimana ketika pagi hari ruangan ini akan terkena sinar matahari pagi secara langsung, bagitu juga dengan ruangan barat yang berisi arca Batara Gana, ketika sore hari, akan terkena sinar matahari sore secara langsung. Kaitan arca-arca ini dengan arca Batara siwa adalah, Betari Durga (shakti atau pasangan dari Batara Siwa), Batara Gana (Putra Batara Siwa), dan Resi Agastya (pertapa yang sangat dihormati oleh ajaran Agama Hindu).

The intresting part is where the east room that contain Lord Shiva Statue, will be exposed to direct sunlight in the morning, as same as the west room that contain Lord Ganesh statue, will be exposed direct sunlight in the afternoon. The 3 statue inside another 3 chamber of Shiva temple had a special relation to Lord Shiva, Durga is shakti or wife of Lord Shiva, Lord Ganesh is Son of Shiva, and Sage Agastya is hermit who is highly respected by the teachings of Hindu.

> To be continue > Bersambung ke bagian 2

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s